Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Tuesday, 24 February 2015

Kisah Si Sulung dan Si Bungsu

Assalamualaikum kali ini mau berbagi cerita tentang kakak beradik si sulung dan si bungsu. Semoga cerita ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi kita semua. Amin! Berikut ceritanya.

Pada suatu hari terdapat seorang kaya yang dalam keadaan sakit berat dan sekarat, karena kata dokter, tidak lama lagi dia akan meninggal. Karena merasa hidupnya sudah tidak lama lagi, maka dia memberi pesan kepada dua anaknya, yaitu si Arman dan Armin, bahwa mereka akan diberikan perusahaan untuk dikelola mereka sendiri masing-masing satu.

Saturday, 1 March 2014

Sejarah Oprah Winfrey

Oprah Winfrey adalah presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar atau sekitar 10 Triliun Rupiah. Acara Talkshow nya yang bernama “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.

TAHUKAH ANDA?
Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras.

“Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya dalam suatu wawancaranya.

SEJARAH OPRAH

Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.

Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.

Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..

Karir awalnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!

Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.

Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDS, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.

Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling (1 pons kira-kira Rp. 17.000,- ) atau sekitar 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak-anak


perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.

Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!

Meskipun mempunyai masa lalu yang kelam dan keras, tapi hal itulah yang justru membuat wanita ini semakin tegar, kuat, mandiri, dan mempunyai mental baja

Wednesday, 26 February 2014

Jan Koum - Pendiri WhatsApp "From Zero to Hero"

Kiri Brian Acton ; Kanan Jan Koum
Jan Koum, seorang imigran dari Ukraina, sangat miskin ketika bersama ibunya pindah ke Amerika Seikat (AS) pada 1992. lantaran tak punya uang, Koum yang ketika itu berusia 16 tahun bergantung pada jaminan sosial dan mengantre kupon makanan.

Namun, kini nasib pendiri WhatsApp itu berubah drastis. Seiring akusisi WhatsApp oleh Facebook , dia menjadi miliarder baru dalam dunia teknologi informasi. Dengan kepemilikan saham 45 persen di WhatsApp, kekayaan Koum, sebagaimana ditulis Forbes mencapai USD6,8 miliar atau sekitar Rp80 triliun.

Koum bukan orang yang lupa dengan sejarah hidup. Penandatangan kontrak akuisis WhatsApp dilakukan olehnya di sebuah gedung kosong. Ternyata di gedung itulah kenangan memilukan pernah dialami Koum karena dia dan ibunya kerap Antre kupon makan di kota Mountain View, Silicon Valley, California, AS. Kota itu pula yang menjadi kantor pusat WhatsApp. Koum mendeskripsikan masa remajanya sebagai pemicu masalah di sekolah. Untuk menyambung hidup, dia bekerja sebagai tukang sapu di toko makanan.


Pria kelahiran 24 Februari 1976 ini masuk ke dunia teknologi informasi dengan belajar secara mandiri. Dia rajin membaca buku bekas yang di belinya hingga kemudian menuntut Ilmu di Universitas San Jose di Silicon Valley. Sambil kuliah, dia bekerja sampingan di Yahoo. Di perusahaan internet raksasa itu, Koum bertemu dengan Brian Acton yang lantas menjadi sahabatnya.

Acton dianggap sebagai mentor oleh Koum yang selalu mengajarkan sikap “tidak omong kosong”. Acton dan koum meninggalkan Yahoo pada 2007. Selama satu tahun, mereka berkeliling ke negara-negara Amerika Selatan. Mereka juga pernah mengajukan lamaran ke Facebook, tetapi ditolak.

Dibukanya layanan aplikasi Apple menciptakan peluang bagi Koum. Ide awalnya adalah membuat layanan pesan Smartphone yang terhubung dengan daftar kontak telepon. Untuk mengembangkan idenya. Koum mengajak Acton yang saat itu masih menganggur. Pada 2009, Koum dan Acton mendirikan WhatsApp yang diambil dari fase “WhatsApp?” tidak ada Iklan, tidak Ada permainan, tidak ada tipu muslihat”. Prinsip itu juga diaplikasikan di WhatsApp.

WhatsApp berkembang pesat dan kini memiliki 450 juta pengguna. Para pakar menyebut jumlah pengguna WhatsApp mencapai 1 miliar pada 2016 mendatang. Meski pendapat tahunannya hanya USD20 juta, Facebook menghargainya dengan USD19 miliar saat mengakusisi WhatsApp.

Koum tidak sendirian. Seperti dikutip dari Business Insider, ada nama-nama miliarder lain yang pernah merasakan pahit getirnya kehidupan. Kenny Troutt, pendiri Excel Communication, dulu harus membayar kuliah dengan bekerja sebagai agen asuransi.

Lantas pada 1988, dia mendirikan perusahaan ponsel Excel Communications. Perusahaannya go public pada 1996 dan dua tahun kemudian bergabung dengan Teleglobe dengan nilai transaksi USD3,5 miliar atau Rp41 triliun. Kini, dia memilih pensiun.

Pendiri Starbucks, Howard Schultz, tumbuh besar di permukiman kumuh. ”Saya tumbuh besar, saya selalu merasa seperti hidup di sisi perlombaan. Saya tahu banyak oang yang, memiliki kekayaan, banyak uang, dan keluarga bahagia," katanya kepada tabloid Mirror.

Latar belakang kemiskinan itulah yang memicu kesuksesan hingga dia menjadi miliarder dengan kekayaan USD2 miliar atau Rp23,36 triliun. Selepas kuliah di Universitas Northern Michigan, dia memilih bekerja di Xerox. Setelah itu, dia mengakusisi sebuah kedai kopi dan diberi nama Starbucks. Dia menjadi CEO Starbucks pada 1987 dan kin tekah memiliki jaringan 16.000 kedai di seluruh dunia.

Nama lain adalah investor ternama Ken Langone yang memiliki Kekayaan USD2,1 miliar atau Rp24, 52 triliun. Dia dilahirkan dari keluarga sederhana. Orang tuanya bekerja sebagai tukang ledeng dan pelayan kafe. Untuk membayar kuliah Langone di Bucknel University, orang tuanya terpaksa menggadaikan rumah. Pada 1968, Langone bekerja dengan Ross Perot di electronic data Systems (HP). Dua tahun kemudian, dia bermitra dengan Benard Marcus mendirikan Home Depot dan go public pada 1981.

Lahir dari keluarga miskin di Mississippi, Oprah Winfrey kini menjadi ratu talkshow edngan kekayaan senilai USD2,9 milar atau Rp33,87 triliun. Pada usia 19 tahun, dia menjadi koresponden televisi. Kemudian pada 1983 dia memilih pergi ke Chicago dan bekerja untuk talkshow Am hingga kemudian di kenal dengan The Oprah Winfrey Show.

Pengusaha keturunan Pakistan Shahid Khan dulu pernah bekerja sebagai pencuci piring dengan gaji USD1,2  pekerja itu dijalani ketika dia masih kuliah di Universitas Illinois. Kini, kekayaannya mencapai USD3,88 miliar dengan menjalankan Flex-N-gate.

Ada juga Kirk kerkorian yang pernah harus putus sekolah dan terpaksa menjadi petinjau untuk keluarganya. Dia juga pernah bekerja di angkatan Udara kerjaan Inggris selama Perang Dunia II. Kini, dia memiliki resor dan hotel terbesar di Las Vegas.

John Paul De joria Merupakan orang di belakang kesuksesaan Patron Tequila dengan kekayaan USD4 miliar. Siapa sangka bahwa pada usia 10 tahun dia terpaksa harus jual Koran untuk membantu keluarganya.

Yang tak kalah menarik adalah pialang legendaries George Soros. Saat masih kuliah di London School Of economics, dia bekerja sebagai pelayan restoran dan tukang angkut barang di stasiun kereta di London. Kini, semua orang tahu siapa soros. Kekayaannya hingga September 2013 ditaksir mencapai USD20 miliar. (Koran SINDO//wdi)