Tiga nasi goreng yang Reza,
Metha, dan Dini pesan pun akhirnya tiba, sementara pesananku belum matang juga
karena memang pesananku berbeda dengan yang lain. Jadi aku harus sedikit
bersabar menunggunya. Metha dan Dini memilih untuk mulai makan terlebih dahulu
sementara Reza menungguku, aku sadar Reza menungguku bukan karena solid atau
semacamnya yang mementingkan pertemanan diatas segalanya, tapi karena Reza tahu
sebuah fakta kalau ‘perempuan kalau makan itu LAMA’.
Jadi bisa dibilang kita
sengaja memberikan start terebih
dahulu untuk para perempuan ini karena kita tahu meskipun kita telah memberikan
start terebih dahulu pun belum tentu
mereka bisa selesai lebih cepat dari laki-laki. Lima menit pun berlalu aku
melihat Metha dan Dini baru makan beberapa suap saja, padahal jika aku dan Reza
yang makan kita pasti sudah selesai dan masih ada sisa satu menit. Maklum saja
saat kami pelantikan Marching Banda dulu, aku dan Reza sadar bahwa kita tidak
boleh menyia-nyiakan waktu yang ada sehingga semua yang kami kerjakan bisa
selesai lebih cepat.
